Rintangan Merintis Bisnis dan Bagaimana Cara Menghadapinya

Ditengah pandemi saat ini mulai banyak bermunculan bisnis kecil, baik itu makanan hingga properti. Merintis bisnis bukanlah hal sederhana, namun perlu direncanakan dengan matang. Nggak cuma laki-laki, banyak juga perempuan yang terjun dalam dunia bisnis. Selain tersedia banyak kesempatan dan peluang, pebisnis perempuan punya beberapa rintangan yang harus dihadapi ketika mulai merintis bisnis.


“This is how women should behave”

Persepsi kalau “entrepreneur” hanya untuk laki-laki sudah tertanam sangat lama. Meskipun jumlah pebisnis perempuan terus meningkat, perbandingannya masih sangat rendah dari laki-laki. Persepsi ini seringkali membuat perempuan nggak mudah untuk diterima sebagai entrepreneur. Ada ekspektasi sosial kalau perempuan harus sejalan dengan stereotip “feminity” dan “modesty”. Meskipun persepsi ini nggak dimiliki oleh perempuan yang menjalankan bisnis, tapi mereka harus siap menghadapi situasi seperti ini.

“How will you look after your family?”

Banyak pebisnis perempuan yang menjalani peran ganda, dikantor dan keluarganya. Peran sebagai pebisnis, istri, ibu, dan bagian dari keluarga besar perlu dijalani dengan komitmen meski sangat menyita waktu dan energi. Tuntutan bisnis dan perhatian untuk keluarga bisa jadi sangat melelahkan, ladies.


“Can I do this?”

Pasti ada keraguan dan ketakutan dari dalam diri yang harus kamu hadapi setiap hari. Seringkali lingkungan kita nggak yakin dengan kemampuan kita dan membuat kita jadi nggak percaya diri. Well, in the end it is a case of mind over matter. Kita harus punya pola pikir yang optimis agar bisa terus berkembang!

“I know my worth…”

Shh! Kamu nggak perlu bicarakan ini, tapi tunjukan kesuksesanmu dengan kerja keras. Kesuksesan itu nggak datang dengan mudah dan ini mempengaruhi pertumbuhan kita. Mengakui dan mengkomunikasikan value dan achievement diri bisa meningkatkan kepercayaan diri kita lho!


“Who can I turn to for help?”

Support systems bisa jadi nggak mudah didapat untuk perempuan. Faktanya, mencari penasihat dan mentor yang tepat cukup sulit untuk pebisnis perempuan. Dunia bisnis yang masih didominasi oleh laki-laki membuat perempuan masih sulit untuk menemukan role model dan koneksi untuk bisa dijadikan panutan.


Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Apakah kita harus menyerah dan nggak mengembangkan bisnis yang sudah kita rintis? Of course not! Perempuan sudah diciptakan untuk menghadapi tantangan, multitasking, bernegosiasi, bekerja keras, dan menyelesaikan situasi yang sulit.

Dalam blog pribadinya, Magbe Savane memberi pesan kepada para pebisnis perempuan untuk melakukan beberapa hal yaitu;

  1. Buat jaringan support system untuk membantu kita tetap realistis dan menyadari kemampuan kita.

  2. Bangun koneksi dengan orang lain untuk belajar dari mereka, memperluas wawasan, dan mengembangkan dirimu

  3. Berhenti merubah dirimu untuk menyenangkan orang lain! Sebagai leader, kamu harus punya standards-mu sendiri.

  4. Selalu belajar tentang dunia bisnis dan bagaimana menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupanmu sehari-hari.

  5. Terakhir, PERCAYA pada dirimu sendiri dan jangan pernah menyerah.


So, ladies, keep your chin high and acknowledge that you were made to succeed.

Recent Posts

See All