top of page
  • Writer's picturestellarw

Bingung Jual Produk Viral atau Pilih Niche Market? Coba Strategy Red-Blue Ocean!

Updated: Dec 24, 2021

Bagaimanakah cara marketing yang dapat mendatangkan konsumen? Eits.. tunggu dulu, sebelum kita terjun ke tahap content planning dan program pemasaran lainnya, kamu perlu mengidentifikasi kondisi pasar & industri dimana bisnismu beroperasi. Apakah pada pasar dimana kompetitornya sudah banyak? Atau bahkan bisnismu merupakan yang pertama di industri tersebut?

Dalam menelaah situasi pasar yang sedang terjadi, kamu dapat menggunakan metode yang sering dipakai oleh marketers, red and blue ocean famework yang dicetuskan oleh Renée Mauborgne and W. Chan Kim. Framework ini dibuat untuk membedakan market universe atau yang bisa disebut alam semesta pasar. Apakah perbedaanya? Mari kita belajar bersama ya, Stellars!

(Source:katalisbisnis.com)

The Red Ocean

Red Ocean atau samudra merah adalah semua industri yang sudah ada saat ini, maksudnya adalah bisnis ini memiliki ruang pasar yang sudah umum & dikenal, di mana batas-batas industri sudah ditentukan dan perusahaan mencoba mengungguli pesaing mereka untuk meraih pangsa pasar & shares yang lebih besar. Kompetisi ini mengubah lautan menjadi merah darah. Oleh karena itu, kondisi ini dinamakan “Red Ocean” .

Menjadi bisnis yang terjun di pasar seperti ini tidak selalu negatif ya, Stellars! Tetapi, kita perlu tahu celahnya. Tentunya untuk masuk ke pasar seperti ini akan lebih mudah karena masyarakat sudah familiar dengan produk/servis yang kamu tawarkan yang tentunya memiliki kompetitor lebih banyak dan beragam. Lantas, bagaimana cara kita dapat terus survive & berkompetisi?

Kuncinya adalah dengan mengimplementasikan Red Ocean Strategy.

Apa itu Red Ocean Strategy?

Red Ocean Strategy adalah tentang kompetisi. Saat ruang pasar semakin ramai, perusahaan bersaing ketat untuk mendapatkan share yang lebih besar di kondisi demand/permintaan yang terbatas. Maka dari itu, konten & kegiatan pemasaran harus orisinal, persuasif, dan luar biasa sekaligus untuk mengalihkan permintaan pasar ke brand-mu! Untuk itu, kamu harus memperhatikan hal-hal ini:

  • Fokus pada keunikan dan kreativitas dalam merencanakan kegiatan aktivasi dan pemasaran, be different!

  • Lakukan banyak benchmarking & analisis pada kompetitor serta industri, melihat apa yang sedang disukai oleh audiens, bagaimana cara menarik perhatian mereka, dan cara untuk bisa stand out jika dibandingkan dengan brand kompetitor.

  • Buatlah ide-ide yang lebih berani & inovatif, tidak perlu takut untuk resiko yang akan muncul, karena disini kuncinya adalah menarik perhatian audiens di pasar yang ramai.

Bersaing di samudra merah adalah permainan zero-sum. Strategi persaingan pasar akan membagi kekayaan yang ada di antara brand-brand pemain. Ketika persaingan meningkat, prospek keuntungan dan pertumbuhan akan semakin kompetitif.

The Blue Ocean

Blue Ocean atau Samudra biru menunjukkan semua industri yang belum ada saat ini, maksudnya adalah ruang pasar masih tidak diketahui, belum dijelajahi, dan tidak ternodai oleh kompetisi & persaingan. Seperti samudra 'biru', ia sangat luas, dalam, dan kuat, dalam konteks peluang dan pertumbuhan yang menguntungkan. Oleh karena itu, kondisi ini dinamakan “Blue Ocean” .

Menyelam di dalam Samudra Biru tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Ketika kamu merupakan seorang pemain yang datang dengan produk/servis baru yang mungkin banyak dari ikan-ikan (konsumen) belum familiar dengan umpan (produk/bisnis) yang kamu berikan, mungkin saja prosesnya akan lebih lama dan memakan lebih banyak tenaga, tetapi tidak ada persaingan. Lantas, bagaimana cara kita dapat mengenalkan brand kita ke target pasar kita?

Kuncinya adalah dengan mengimplementasikan Blue Ocean Strategy.

Apa itu Blue Ocean Strategy?

Blue Ocean Strategy adalah tentang menciptakan demand/permintaan baru. Brand mengembangkan ruang pasar yang tidak terbantahkan atau dikompetisikan daripada memperebutkan kumpulan laba pada pasar yang menyusut. Karena ruang pasar masih belum dikemukakan, konten pemasaran harus disesuaikan untuk pengenalan yang konsisten untuk menciptakan permintaan pasar terhadap brand-mu! Untuk itu, kamu harus memperhatikan hal-hal ini:

  • Konsumen akan datang ketika mereka sudah familiar dengan produk/servis yang kamu tawarkan, pakailah waktumu untuk melakukan aktivasi & program pemasaran yang terfokus pada hal ini.

  • Berikanlah edukasi secara konsisten dan mendalam, hargailah prosesnya dan jangan pernah menyerah!

  • Kunci dalam melakukan strategi ini adalah kesabaran dan konsistensi, butuh waktu yang lebih banyak untuk menghasilkan hasil yang tak terduga di masa yang akan datang.

Menciptakan samudra biru adalah permainan non-zero-sum. Ada banyak peluang untuk pertumbuhan yang menguntungkan dan cepat tetapi waktu dan effort yang dibutuhkan lebih besar.

Perbedaan RED OCEAN VS. BLUE OCEAN STRATEGY

Apakah kamu masih bingung kira-kira samudra manakah yang harus diilih? Tuk, kita menyelam lebih dalam lagi tentang perbedaan dari kedua strategi!

Blue Ocean Strategy

Red Ocean Strategy

​Membuat pasar yang tidak terbantahkan / belum ada

Berkompetisi pada pasar yang sudah ada & umum

Membuat kompetisi tidak relevan

Mengalahkan kompetitor pada kompetisi

​Buat dan tangkap permintaan baru

​Mengeksploitasi perminataan yang sudah ada

Menghilangkan nilai biaya trade-off

Menambah nilai biaya trade-off

​Menyelaraskan seluruh sistem kegiatan perusahaan dalam mengejar diferensiasi dan biaya rendah.

Mengintegrasikan seluruh sistem aktivitas perusahaan dengan pilihan startegis diferensiasi atau biaya rendah.

Reference: blueoceanstrategy.com


Kira-kira kamu tim yang mana nih? Blue Ocean atau Red Ocean? Yuk berpendapat di kolom komentar, Stellars!



109 views0 comments

Kommentare


bottom of page