Work-life Balance VS Work-life Integration

Bayangkan kamu ada jadwal meeting bersama client di sore hari namun bentrok dengan jadwal kamu untuk mengantarkan anak les musik. Atau di pagi hari saat kamu sudah rapi dan siap duduk di depan laptop, tiba-tiba anak menangis ingin bermain bersamamu. Kamu tentu tidak mungkin menolaknya dan butuh sedikit waktu untuk membujuknya atau mengalihkan perhatiannya. Pasti hal-hal ini sering terjadi di kehidupan sehari-harimu bukan? Nah, contoh kecil ini bukti bahwa sebenarnya yang kita butuhkan bukanlah work-life balance, tapi work-life integration yang lebih fleksibel mengikuti jadwal harian mu sebagai working mom atau mompreneur. Apa sih Work-life Integration? Yuk simak artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut.





Work-life integration adalah penggabungan dari dua sisi kehidupan, yaitu kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi. berbeda dengan work-life balance yang justru memisahkan kedua hal tersebut. Work-life balance dianggap sudah tidak relevan lagi, terutama bagi working moms/mompreneur yang dipenuhi dengan jadwal yang padat setiap harinya. Maka dari itu, Work-life Integration dianggap lebih relevan karena cara hidup seperti ini menghubungkan dan mengintegrasikan kehidupan pekerjaan dan pribadi, jadi bukan harus diseimbangkan, melainkan mencampur kehidupan pekerjaan dan pribadi dan menjadikan kedua hal tersebut bagian dari lifestyle kamu. Hal ini tentu lebih nyaman khususnya bagi para Stellars yang memiliki waktu atau jadwal yang berbeda dengan orang lain. Bila kamu termasuk orang yang baru bisa fokus bekerja pada siang hari, mulai atur saja jadwal meeting menjadi lebih sore. Mana saja yang menurut kamu lebih efisien dan nyaman, yang penting pekerjaan kamu selesai dan tidak terlantarkan.


Jika kamu ingin menerapkan Work-life integration yang efektif, yuk lakukan 5 hal ini!


1. Ketahui kebutuhanmu

Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, ada yang butuh waktu tidur yang cukup, ada juga yang tidak perlu tidur lama agar bisa tetap produktif. Ada yang merasa semangat kerja di pagi hari, ada juga yang merasa bisa lebih fokus ketika bekerja di malam hari. Dengan mengetahui kebutuhanmu, kamu akan bisa menentukan jadwal yang efektif untuk dirimu.


2. Buat Jadwal dan to-do-list!

Walaupun suda menerapkan work-life integration, bukan berarti bisa sembarangan bekerja kapanpun kita mau lho… Kita harus tetap membuat jadwal, karena dengan adanya jadwal dan to-do-list kamu bisa melihat pekerjaan mana yang harus diprioritaskan dan hari-harimu juga lebih teratur.




3. Kenali dirimu dan jam produktivitasmu

Ketika kamu mengenali dirimu lebih baik, kamu akan lebih paham jam-jam atau waktu produktif kamu. Apakah kamu lebih fokus ketika bekerja di pagi hari atau malam hari? Hanya kamu yang bisa menentukan itu. Mengetahui jam produktifmu juga membantu kamu dalam energy management. Kalau kamu sudah paham cara mengatur dan managing energi kamu, pekerjaanmu akan lebih mudah diselesaikan lho!


4. Komunikasi dan koordinasi

Jika kamu melibatkan orang lain dalam jadwalmu, penting sekali untuk koordinasi dan membuat kesepakatan dengan orang tersebut. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman dan memberikan keadilan untuk setiap pihak. Jadi kegiatan kantor tidak tumpang tindih dengan kegiatan pribadi. Jangan egois ya Stellars!

5. Set boundaries

Walaupun kamu sudah menggabungkan kehidupan pribadi dan pekerjaan, penting sekali untuk kita tetapkan batasan. Kalau tidak ada batasan, hasilnya akan banyak pekerjaan yang terbengkalai. Maka dari itu penting sekali untuk menggabungkan batasan ini dengan membuat jadwal, it helps to keep your day organized!


Jadi, bagaimana Stellars? Apakah kamu tim work-life balance atau work-life integration? Atau kamu sudah siap untuk beralih dan menerapkan work-life integration? Yuk share jawaban kalian di kolom komentar!


47 views1 comment
  • Facebook
  • Instagram

© 2020 by StellarW