top of page
  • Writer's picturestellarw

Must-watch Movies & Series about Mental Health

Minn, kasih rekomendasi film / series buat ditonton pas kosong dong! Baiklah, masih di euphoria World Mental Health Day di minggu ini, Stellar Women ingin membagikan watchlist movie dan juga series tentang mental health nih! Film & series ini tentunya bukan hanya seru dan memiliki jalan cerita yang bagus, tetapi harapannya ada juga nih yang bisa kita petik dan pelajari soal mental health dan menjadi wellbeing yang lebih baik lagi. Simak terus ya!

ABOUT WORLD MENTAL HEALTH DAY

(Source: unsplash.com)

Sebelum kita masuk ke watch list-nya, kita ngulik-ngulik soal World Mental Health tahun ini dulu yuk! Dilansir dari World Health Organization, tema besar yang diangkat tahun 2021 ini adalah “Mental health care for all: let’s make it a reality”, tema ini diusung dari perlawanan yang kita alami bersama-sama yaitu pandemi COVID-19. Selama ini, pandemi sendiri bukan hanya memiliki dampak yang besar ke kesehatan secara fisik masyarakat, tanpa kita sadari hal ini juga berdampak besar ke kondisi kesehatan mental kita semua, para pejuang garda terdepan, siswa-siswi, orang-orang yang tinggal sendiri, dan bahkan orang-orang yang sudah memiliki kondisi kesehatan mental yang kurang baik dari sebelumnya. Layanan untuk gangguan mental, neurologis dan penggunaan zat pun telah terganggu secara signifikan.

Tetapi, masih ada harapan untuk kita semua! Selama World Health Assembly yang diselenggarakan pada bulan Mei 2021, para pemimpin negara dan pemerintahan dari seluruh dunia mengakui bahwa kita semua perlu meningkatkan kualitas servis kesehatan mental secara keseluruhan. Dan beberapa negara juga sudah menemukan cara mereka untuk menyediakan mental health care untuk masyarakatnya. Selama kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini, WHO bersama dengan negara-negara di dunia akan menunjukkan upaya yang dilakukan di beberapa negara ini dan mendorong kita semua sebagai citizens of the world untuk menyoroti kisah-kisah positif sebagai bagian dari kegiatan kita sehari-hari, sebagai inspirasi bagi orang lain.

Dan kita semua bisa turut berpartisipasi dengan menjaga kesehatan mental kita sendiri dan memberikan dukungan ke orang lain juga. Mulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan. seperti dengan mengedukasi diri kita sendiri tentang pemahaman kesehatan mental melalui aktivitas seperti membaca buku, menonton film, dan lain-lain supaya kita bisa mengerti dan menghargai diri kita sendiri dan sesama kita.


MOVIES & SERIES RECOMMENDATIONS ABOUT MENTAL HEALTH

1. The Queen’s Gambit (2020)
(Source: mediaindonesia.com)

The Queen's Gambit, salah satu acara original Netflix yang paling populer di tahun 2020 — dan Netflix series ini juga merupakan penggambaran realistis dari trauma masa kecil dan kecanduan. Series ini menceritakan tentang Beth Harmon, seorang yatim piatu, yang menunjukkan kecerdasan luar biasa sejak usia muda dan akhirnya menjadi pemain catur terkenal di dunia pada 1960-an, masa dimana wanita masih relatif “baru” di sirkuit catur kompetitif ini. Kecanduan Beth terhadap obat penenang sebagai seorang anak ditambah lagi dengan ketergantungannya pada alkohol digambarkan secara mendalam di seri ini, bahkan saat ia menjadi bintang yang sedang naik daun di dunia catur. Fakta ini menunjukkan bahwa kecanduan dan kesuksesan sering kali dapat berjalan beriringan dalam kehidupan seseorang. Selain mengeksplorasi penggunaan zat "berfungsi tinggi", The Queen's Gambit juga menggambarkan betapa kuatnya trauma masa kanak-kanak dapat berperan dalam kecanduan akut. Series ini akan mengupas lebih dalam soal masalah “childhood trauma” dan “addiction”, siapa yang sudah tidak sabar marathon series ini?

2. It’s Okay That’s Love (2014)
(Source: Genpi.co)

It's Okay That's Love adalah drama Korea yang menceritakan tentang hubungan seorang novelis dan seorang psikiater. Jang Jae-yeol adalah penulis novel misteri terlaris dan DJ radio. Dia merupakan orang yang suka bermain dan sedikit arogan, ia juga menderita gangguan obsesif-kompulsif. Jang Jae-yeol diserang oleh ayahnya ketika dia masih muda dan ibunya secara tidak sengaja membunuh ayahnya, tetapi dia memberikan kesaksian palsu bahwa saudaranya membunuh ayahnya. Rasa bersalah itu menuntunnya kepada obsessive-compulsive disorder. Ji Hae-soo adalah seorang psikiater yang ambisius dengan karirnya dan penuh kasih terhadap pasiennya, Hae-soo memiliki sikap negatif terhadap cinta dan hubungan dalam kehidupan pribadinya. Setelah Jae-yeol dan Hae-soo bertemu, ada banyak pertengkaran di antara mereka yang disebabkan oleh kepribadian mereka yang kuat dan penolakan untuk menyerah satu sama lain. Namun, pertengkaran mereka perlahan berubah menjadi cinta dan membuat mereka mulai belajar bahwa mereka memiliki kecocokan yang sangat kuat dengan satu sama lain. Jae-yeol dan Hae-soo berusaha untuk menyembuhkan luka mendalam satu sama lain, tetapi hubungan mereka yang baru seumur jagung mulai bermasalah ketika mereka mengetahui bahwa masalah kesehatan mental Jae-yeol lebih serius daripada yang mereka duga sebelumnya. Dari series ini, kita dapat melihat beberapa gangguan seperti skizofrenia digambarkan secara akurat. Ini juga menunjukkan kepada kita dua orang dengan gangguan mental dapat menjalani kehidupan yang berfungsi penuh seperti orang-orang biasa. Penasaran sama kisahnya? Langsung save ke watchlist ya!

3. Silver Linings Playbook (2012)
(Source: kompas.com)

Silver Linings Playbook, salah satu film terbaik sepanjang masa yang telah memenangkan banyak sekali penghargaan menceritakan tentang suatu kisah yang dimulai dengan sudut pandang seorang pria yang kehilangan pekerjaan dan istrinya, dan menghabiskan waktu di rumah sakit jiwa karena didiagnosa bipolar. Pat Solatano (Bradley Cooper), penggemar berat Philadelphia Eagles akhirnya tinggal bersama orang tuanya (Robert De Niro, Jacki Weaver). Dia ingin membangun kembali hidupnya dan bersatu kembali dengan istrinya, tetapi orang tuanya akan senang jika dia hanya berbagi obsesi mereka dengan Philadelphia Eagles. Segalanya menjadi rumit ketika Pat bertemu Tiffany (Jennifer Lawrence), seorang janda yang memiliki penyakit mental setelah kematian suaminya yang menawarkan untuk membantunya berhubungan kembali dengan istrinya, jika dia bersedia untuk melakukan sesuatu yang sangat penting untuknya sebagai gantinya. Seluruh rangkaian film ini mencoba untuk mendefinisikan kembali apa artinya memiliki penyakit mental, dengan terus-menerus menggunakan istilah stigmatisasi: "gila." Terlepas dari tema film yang tampaknya berat, film ini sebenarnya adalah komedi romantis yang fantastis. Apa yang membuat film ini menarik adalah karakter utama yang berpendidikan dan tampaknya “normal”, Tiffany (Jennifer Lawrence) dan Pat (Bradley Cooper), yang masing-masing menderita penyakit mental yang tidak sebutkan dan gangguan bipolar. Film ini mengingatkan kita bahwa individu yang kita layani tidak boleh ditentukan oleh penyakit mental mereka. Menarik bukan? Langsung aja Stellars, kita nobar!

4. Inside Out (2015)
(Source: bbc.com)

Film Inside Out menceritakan tentang seorang gadis Midwestern berusia 11 tahun bernama Riley Andersen, yang bahagia dan menyukai hoki, tetapi dunianya berubah terbalik ketika dia dan orang tuanya pindah ke San Francisco bersama lima emosinya Joy, Sadness, Fear, Disgust. dan Kemarahan mencoba membantunya menghadapi kehidupan barunya. Lima emosi hidup di markas besar dan mengendalikan perasaan Riley. Emosi Riley yang dipimpin oleh Joy mencoba membimbingnya melalui peristiwa yang sulit dan mengubah hidup ini. Namun, tekanan dari pindahan membawa Sadness ikut aktif mengontrol emosi Riley. Ketika Joy dan Sadness secara tidak sengaja ditendang keluar dari markas, mereka melakukan petualangan tak terduga untuk kembali sementara emosi yang tersisa di Markas adalah Kemarahan, Ketakutan, dan Jijik yang mencoba menutupi hilangnya Joy dan Sadness dalam diri Riley. Inside Out mengingatkan kita bahwa kesedihan dan rasa sakit adalah bagian penting dari menjalani kehidupan yang utuh, dan Disney melakukannya dengan lebih banyak nuansa dan keanggunan daripada kebanyakan drama prestise live-action yang ditujukan hanya untuk orang dewasa. Setelah dirilis, Inside Out (pemenang Fitur Animasi Terbaik di Oscar dan dinominasikan untuk Skenario Asli Terbaik) menjadi alat yang ampuh bagi terapis di mana pun—dengan pasien dari segala usia. Jadi, apa yang kamu tunggu? Mari menonton sekarang dengan orang-orang yang kita cintai!

Film-film ini semoga dapat menjadi pengingat bahwa penyakit mental memang ada dan dapat terjadi kepada siapa saja tanpa kita sadari, gejalanya pun kadang tak terlihat. Maka dari itu, kita harus saling menjaga kesehatan mental kita masing-masing dan orang lain dengan menghargai orang lain dan hindari tindakan yang bisa menyakiti orang lain baik secara fisik ataupun psikis! Let’s make this world a better place!

40 views0 comments

Comentarios


bottom of page